Senin, 30 Maret 2015

MENDIDIK GENERASI MUDA BERKUALITAS DEMI
KEJAYAAN BANGSA

Om Swastyastu
Asalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatu
Salam Sejahtera bagi Kita Semua
            Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan anugerah-Nya, kita dapat bersama disini dalam keadaan sehat walafiat.
            Bapak, ibu sekalian, pendidikan merupakan sektor yang sangat penting dalam memajukan suatu Negara. Melalui pendidikan, sumber daya manusia akan dibentuk menjadi lebih baik sehingga nantinya dapat membawa Negara ini ke arah yang lebih baik pula. Jika kita mengingat sejarah, para pendiri bangsa telah memberikan amanah kepada kita, sebuah cita-cita bangsa yang begitu mulia dimana harus kita jalankan dengan sungguh-sungguh agar cita-cita tersebut dapat tercapai. Cita-cita ini tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke tiga, yang berbunyi : “…………….. Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu pemerintah Negara Republik Indonesia, yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia ………...........”. Isi pembukaan UUD 1945 alenia ke tiga tersebut, sudah jelas menggambarkan bahwa cita-cita bangsa ini, salah satunya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
            Kehidupan bangsa yang cerdas, haruslah tercapai dan terlaksana di Negara Kesatuan Republik Indonesia kita ini. Bangsa yang cerdas, tentunya didukung oleh warga negaranya yang cerdas pula. Pada dasarnya, kecerdasan manusia itu terbagi menjadi dua yaitu kecerdasan secara intelektual dan kecerdasan secara emosional. Kecerdasan intelektual adalah kemampuan untuk berfikir dalam menghasilkan sesuatu atau kreatifitas, sedangkan kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri dan orang lain. Kecerdasan inilah yang patut dikembangkan kepada setiap warga Negara terutama pada generasi muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Kecerdasan ini harus seimbang, berkembang secara bersama-sama dan terjadi secara berkesinambungan.
            Bapak, ibu sekalian, belakangan ini generasi muda kita telah mengalami degradasi moral sehingga banyak perilaku negatif yang telah mereka lakukan. Perilaku negatif ini terjadi adalah akibat dari ketidakseimbangan kecerdasan yang mereka miliki. Tawuran antar pelajar, Genk motor, Sexs bebas, Narkoba, Tindak kriminal adalah perilaku negatif yang dilakukan oleh para generasi muda kita. Tentunya kita merasa miris mendengar dan melihat perilaku generasi muda tersebut yang dipublikasikan lewat berbagai media. Sudah sepatutnya kita untuk bertanya kepada diri kita sendiri sebagai seorang warga Negara yang baik, “Mau jadi apa Negara ini, jika generasi muda kita seperti ini ?” dan tanyakanlah kepada diri kita sendiri sebagai seorang pendidik “Apa yang bisa saya lakukan, akan hal ini ?”. Jika kita mampu menyelesaikan permasalahan ini, alngkah baiknya jasa kita untuk Negara ini. Jasa ini adalah bukti bahwa kita adalah warga Negara yang cinta terhadap tanah air kita sendiri. “Kalau bukan kita siapa lagi, dan kalau bukan sekarang kapan lagi” adalah sebuah motivasi yang harus kita tanamkan dalam diri kita.
            Mulai saat ini, marilah kita didik generasi muda kita akan keseimbangan kecerdasannya, agar kelak menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Melalui lembaga pendidikan di sekolah serta adanya pendidik yang kreatif, niscaya harapan tersebut akan tercapai. Kita didik mereka dengan berbagai inovasi kita sebagai seorang pendidik misalnya dengan penerapan metode pembelajaran yang inovatif. Kita didik kecerdasan intelektual mereka dengan memberikan ilmu pengetahuan yang seluas-luasnya kepada mereka. Perlu juga diingat, bahwa kita harus mendidik kecerdasan emosional mereka yang berkaitan dengan perilakunya, agar sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Tentu tujuan akhirnya yaitu untuk menyeimbangkan kecerdasan mereka. Generasi muda haruslah kaya dengan ilmu pengetahuan dan kaya akan perilaku yang mulia. Bukan malah sebaliknya yaitu kaya ilmu pengetahuan dan kekayaan itu digunakan untuk membodohi orang lain. Tentunya perilaku membodohi orang lain ini adalah perilaku yang tidak mulia. Kita bisa ambil contoh yaitu para pemimpin bangsa yang koruptor. Mereka itu kaya akan ilmu pengetahuan, namun kekayaan itu digunakan untuk membodohi masyarakat, termasuk kita yang ada disini. Apakah generasi muda yang ada sekarang ini, menjadi seperti itu suatu saat nanti? Ataukah lebih parah perilakunya dari para koruptor tersebut?. Tentunya hal ini tidak boleh terjadi. Cukup para koruptor itu, hidup dimasa sekarang saja. Mari kita bersama-sama mewujudkan generasi muda yang berkualitas, agar nantinya menjadi pemimpin bangsa yang anti terhadap koruptor. Walaupun ini sangat sulit untuk dilakukan dan menjadi beban berat bagi para pendidik, percayalah bahwa kita mampu untuk menjalaninya.
            Bapak, Ibu sekalian yang saya banggakan, generasi muda kita kedepan haruslah berkualitas. Mereka harus cerdas secara intelektual dan cerdas secara emosional dalam kehidupannya. Alangkah jayanya Negara kita ini, ketika para pemimpin bangsa ini, suatu saat nanti dipimpin oleh orang-orang yang berkualitas. Tentunya tidak akan ada budaya KKN di Negeri ini yaitu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Yang ada hanyalah Negara “….. yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur…..” sesuai dengan cita-cita bangsa yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke dua.
            Sebenarnya, tanggung jawab untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas, tidak hanya berada di tangan kita saja melainkan perlu adanya dukungan dari pihak-pihak lain misalnya keluarga, masyarakat, serta pemerintah. Di lingkungan keluarga, anak juga harus di didik dengan baik melalui pemberian nasehat dan perhatian secara terus menerus sesuai dengan perkembangannya. Di lingkungan masyarakat, anak juga harus mendapat contoh perilaku yang baik sehingga mendukung terciptanya generasi yang berkualitas. Kemudian terakhir, pemerintah harus mengupayakan agar pendidikan dapat berjalan serasi, selaras dan seimbang bagi seluruh warga Negara. Dukungan seperti inilah yang juga akan membantu dalam mewujudkan generasi yang berkualitas.
            Bapak ibu sekalian, mengakhiri pidato saya kali ini, saya menyampaikan bahwa setiap perbuatan pasti ada hasilnya. Ketika kita berbuat baik untuk Negara ini, maka kebaikanlah yang nantinya akan kita terima. Dan sebaliknya, ketika kita berbuat buruk untuk Negara ini, maka keburukanlah yang akan kita terima. Sama halnya dengan kita menanam pisang di kebun rumah, tentunya buah pisang yang akan kita hasilkan, bukan buah manga, bukan buah apel dan lain sebagainya. Seperti itulah sebuah perbuatan yang kita lakukan dan kita dapatkan hasilnya. Marilah kita berjuang bersama-sama membangun kejayaan Negara ini, melalui pendidikan. Generasi muda yang berkualitas adalah tujuan utama yang harus kita capai dalam hal ini. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki kondisi yang ada. Hanyalah kemauan dan komitmen yang kuat pada diri kita yang harus kita tanamkan. Demikian pidato saya kali ini, terimakasih atas perhatiannya, dan akhir kata saya ucapkan,
Om Shanti Shanti Shanti Om
Asalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatu

Salam Sejahtera bagi Kita Semua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar