MENDIDIK
GENERASI MUDA BERKUALITAS DEMI
KEJAYAAN
BANGSA
Om
Swastyastu
Asalamualaikum
Warahmatulahi Wabarakatu
Salam Sejahtera bagi Kita Semua
Puji Syukur kita panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan anugerah-Nya, kita dapat bersama
disini dalam keadaan sehat walafiat.
Bapak,
ibu sekalian, pendidikan merupakan sektor yang sangat penting dalam memajukan
suatu Negara. Melalui pendidikan, sumber daya manusia akan dibentuk menjadi
lebih baik sehingga nantinya dapat membawa Negara ini ke arah yang lebih baik
pula. Jika kita mengingat sejarah, para pendiri bangsa telah memberikan amanah
kepada kita, sebuah cita-cita bangsa yang begitu mulia dimana harus kita jalankan
dengan sungguh-sungguh agar cita-cita tersebut dapat tercapai. Cita-cita ini
tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke tiga, yang berbunyi : “…………….. Kemudian dari pada itu, untuk
membentuk suatu pemerintah Negara Republik Indonesia, yang melindungi segenap
Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban
dunia ………...........”. Isi pembukaan UUD 1945 alenia ke tiga tersebut,
sudah jelas menggambarkan bahwa cita-cita bangsa ini, salah satunya yaitu
mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kehidupan
bangsa yang cerdas, haruslah tercapai dan terlaksana di Negara Kesatuan
Republik Indonesia kita ini. Bangsa yang cerdas, tentunya didukung oleh warga
negaranya yang cerdas pula. Pada dasarnya, kecerdasan manusia itu terbagi
menjadi dua yaitu kecerdasan secara intelektual dan kecerdasan secara
emosional. Kecerdasan intelektual adalah kemampuan untuk berfikir dalam
menghasilkan sesuatu atau kreatifitas, sedangkan kecerdasan emosional adalah
kemampuan untuk memahami diri sendiri dan orang lain. Kecerdasan inilah yang
patut dikembangkan kepada setiap warga Negara terutama pada generasi muda yang
akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Kecerdasan ini harus seimbang, berkembang
secara bersama-sama dan terjadi secara berkesinambungan.
Bapak,
ibu sekalian, belakangan ini generasi muda kita telah mengalami degradasi moral
sehingga banyak perilaku negatif yang telah mereka lakukan. Perilaku negatif
ini terjadi adalah akibat dari ketidakseimbangan kecerdasan yang mereka miliki.
Tawuran antar pelajar, Genk motor, Sexs
bebas, Narkoba, Tindak kriminal adalah perilaku negatif yang dilakukan oleh
para generasi muda kita. Tentunya kita merasa miris mendengar dan melihat
perilaku generasi muda tersebut yang dipublikasikan lewat berbagai media. Sudah
sepatutnya kita untuk bertanya kepada diri kita sendiri sebagai seorang warga
Negara yang baik, “Mau jadi apa Negara
ini, jika generasi muda kita seperti ini ?” dan tanyakanlah kepada diri
kita sendiri sebagai seorang pendidik “Apa
yang bisa saya lakukan, akan hal ini ?”. Jika kita mampu menyelesaikan
permasalahan ini, alngkah baiknya jasa kita untuk Negara ini. Jasa ini adalah
bukti bahwa kita adalah warga Negara yang cinta terhadap tanah air kita
sendiri. “Kalau bukan kita siapa lagi,
dan kalau bukan sekarang kapan lagi” adalah sebuah motivasi yang harus kita
tanamkan dalam diri kita.
Mulai
saat ini, marilah kita didik generasi muda kita akan keseimbangan kecerdasannya,
agar kelak menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Melalui lembaga
pendidikan di sekolah serta adanya pendidik yang kreatif, niscaya harapan
tersebut akan tercapai. Kita didik mereka dengan berbagai inovasi kita sebagai
seorang pendidik misalnya dengan penerapan metode pembelajaran yang inovatif.
Kita didik kecerdasan intelektual mereka dengan memberikan ilmu pengetahuan
yang seluas-luasnya kepada mereka. Perlu juga diingat, bahwa kita harus
mendidik kecerdasan emosional mereka yang berkaitan dengan perilakunya, agar
sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Tentu tujuan akhirnya yaitu untuk
menyeimbangkan kecerdasan mereka. Generasi muda haruslah kaya dengan ilmu
pengetahuan dan kaya akan perilaku yang mulia. Bukan malah sebaliknya yaitu kaya
ilmu pengetahuan dan kekayaan itu digunakan untuk membodohi orang lain.
Tentunya perilaku membodohi orang lain ini adalah perilaku yang tidak mulia.
Kita bisa ambil contoh yaitu para pemimpin bangsa yang koruptor. Mereka itu
kaya akan ilmu pengetahuan, namun kekayaan itu digunakan untuk membodohi
masyarakat, termasuk kita yang ada disini. Apakah generasi muda yang ada
sekarang ini, menjadi seperti itu suatu saat nanti? Ataukah lebih parah
perilakunya dari para koruptor tersebut?. Tentunya hal ini tidak boleh terjadi.
Cukup para koruptor itu, hidup dimasa sekarang saja. Mari kita bersama-sama
mewujudkan generasi muda yang berkualitas, agar nantinya menjadi pemimpin
bangsa yang anti terhadap koruptor. Walaupun ini sangat sulit untuk dilakukan
dan menjadi beban berat bagi para pendidik, percayalah bahwa kita mampu untuk
menjalaninya.
Bapak,
Ibu sekalian yang saya banggakan, generasi muda kita kedepan haruslah
berkualitas. Mereka harus cerdas secara intelektual dan cerdas secara emosional
dalam kehidupannya. Alangkah jayanya Negara kita ini, ketika para pemimpin
bangsa ini, suatu saat nanti dipimpin oleh orang-orang yang berkualitas. Tentunya
tidak akan ada budaya KKN di Negeri ini yaitu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Yang ada hanyalah Negara “….. yang
merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur…..” sesuai dengan cita-cita
bangsa yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke dua.
Sebenarnya,
tanggung jawab untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas, tidak hanya
berada di tangan kita saja melainkan perlu adanya dukungan dari pihak-pihak
lain misalnya keluarga, masyarakat, serta pemerintah. Di lingkungan keluarga,
anak juga harus di didik dengan baik melalui pemberian nasehat dan perhatian
secara terus menerus sesuai dengan perkembangannya. Di lingkungan masyarakat,
anak juga harus mendapat contoh perilaku yang baik sehingga mendukung
terciptanya generasi yang berkualitas. Kemudian terakhir, pemerintah harus
mengupayakan agar pendidikan dapat berjalan serasi, selaras dan seimbang bagi
seluruh warga Negara. Dukungan seperti inilah yang juga akan membantu dalam
mewujudkan generasi yang berkualitas.
Bapak ibu sekalian, mengakhiri
pidato saya kali ini, saya menyampaikan bahwa setiap perbuatan pasti ada
hasilnya. Ketika kita berbuat baik untuk Negara ini, maka kebaikanlah yang
nantinya akan kita terima. Dan sebaliknya, ketika kita berbuat buruk untuk Negara
ini, maka keburukanlah yang akan kita terima. Sama halnya dengan kita menanam
pisang di kebun rumah, tentunya buah pisang yang akan kita hasilkan, bukan buah
manga, bukan buah apel dan lain sebagainya. Seperti itulah sebuah perbuatan
yang kita lakukan dan kita dapatkan hasilnya. Marilah kita berjuang
bersama-sama membangun kejayaan Negara ini, melalui pendidikan. Generasi muda
yang berkualitas adalah tujuan utama yang harus kita capai dalam hal ini. Tidak
ada kata terlambat untuk memperbaiki kondisi yang ada. Hanyalah kemauan dan
komitmen yang kuat pada diri kita yang harus kita tanamkan. Demikian pidato
saya kali ini, terimakasih atas perhatiannya, dan akhir kata saya ucapkan,
Om
Shanti Shanti Shanti Om
Asalamualaikum
Warahmatulahi Wabarakatu
Salam
Sejahtera bagi Kita Semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar