PELATIHAN TABUH JEGOG TINGKLIK TERHADAP REMAJA DI
DESA CANDIKUSUMA JEMBRANA SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KARAKTER SERTA PELESTARIAN
KEBUDAYAAN BALI
Diusulkan oleh:
I Putu Agus Apriliana
Ade Indra Prasetia
Gusti Ayu Ryana Mahasari
Abstrak
Bali
merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang terkenal akan adat
budaya yang menawan. Seiring perkembangan zaman, kesenian adat
Bali secara perlahan-lahan dilupakan oleh masyarakat terutama para remaja. Kabupaten Jembrana memiliki kesenian khas yaitu
Kesenian Jegog Tingklik yang mulai
dilupakan oleh remaja di desa Candikusuma. Remaja lebih suka melakukan suatu
kegiatan yang lebih bersifat individualisme
dan melupakan arti penting sebuah kelompok social. Perlu dilakukan kajian ilmiah dalam menyelesaikan
suatu kejadian sosial budaya. Tujuan
umumnya adalah melatih keterampilan menabuh remaja yang dapat mendidik karakter
serta melestarikan kesenian Bali. Tujuan khususnya adalah mengetahui tanggapan remaja
terhadap pelatihan tabuh, memahami setrategi pendekatan terhadap remaja, serta
mengembangkan teknik pelatihan tabuh Jegog Tingklik terhadap remaja. Luaran
yang diharapkan adalah keterampilan menabuh remaja serta memiliki kepribadian
dan karakter yang berkesenian tabuh Jegog Tingklik. Gambaran umum masyarakat
sasaran yaitu total jumlah masyarakat 350 KK mencakup para remaja (umur 14 – 19
tahun) sebanyak 58 orang. Total jumlah remaja ini mencakup sebanyak 38 remaja
laki-laki serta 20 remaja putri. Dilihat dari pendidikannya, remaja desa
Candikusuma hanya tamat pada tingkat SMA/SMK kemudian bekerja ke luar daerah
serta sebagian kecil melanjutkan ke Perguruan tinggi. Hal inilah yang
menyebabkan jumlah remaja di desa Candikusuma menjadi sedikit. Berdasarkan
analisis tersebut di atas, maka perlunya melatih keterampilan, keperibadian,
kecintaan, keinginan, serta kepedulian remaja terhadap kesenian daerah sendiri.
Metode pelaksanaannya yaitu persiapan, pelatihan serta pementasan. Jumlah dana
yang dibutuhkan yaitu Rp. 9.283.000 dengan rinciannya : Biaya persiapan, Biaya
pelatih tabuh, Biaya konsumsi, Biaya perjalanan, Biaya kerohanian, Biaya
dokumentasi, serta biaya pementasan.
Kata Kunci : Remaja, Jegog Tingklik, Pelatihan, Kesenian, Tabuh