Senin, 16 Maret 2015

ENERGI TERBARUKAN

PEMANFAATAN LIMBAH MOLASES SEBAGAI SUMBER
ENERGI LISTRIK BERBASIS MICROBIAL FUEL CELL (MFC)
 UNTUK MENGHADAPI KRISIS ENERGI 2025
Oleh :
I Putu Agus Apriliana & I Made Ary Sudiatmika
Universitas Pendidikan Ganesha

Abstrak
Penggunaan energi listrik terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan ini perlu diimbangi dengan penyediaan sumber energi yang cukup. Tentunya hal ini untuk mengantisipasi terjadinya krisis energi di tahun 2025. Dalam hal ini, penulis melakukan kajian terhadap pemanfaatan limbah molases sebagai sumber energi listrik berbasis Microbial Fuel Cell (MFC). Limbah molases sebagai sisa buangan pabrik gula, memiliki kandungan air gula dan karbohidrat yang sangat tinggi serta keberadaannya sangat melimpah di masyarakat. Kandungan inilah yang nantinya akan dimanfaatkan oleh mikroorganisme sebagai substrat dalam proses metabolismenya di dalam MFC. Dalam proses inilah, akan dihasilkan proton dan elektron yang dapat menghasilkan energi listrik pada sirkuit listrik. Desain Microbial Fuel Cell (MFC) ini meliputi saluran masuk limbah, ruang anoda, batang grafit anoda, tutup anoda, saluran buang anoda, PEM, ruang katoda, batang grafit katoda, tutup katoda, saluran buang katoda, dan sirkuit listrik.  Elektron anoda akan mengalir melalui sirkuit listrik menuju katoda. Sehingga terjadi aliran listrik pada sirkuit listrik. Pada ruang anoda terdapat limbah molases, mikroorganisme dari ragi tape dan larutan buffer fosfat. Pada ruang katoda terdapat larutan elektrolit dan larutan buffer fosfat. Inkubasi dilakukan selama satu hari dalam kondisi anaerob. Dalam proses tersebut, mikroba akan menghasilkan elektron, proton dan CO2. Elektron menempel pada batang grafit (anoda), dan proton melalui PEM, dan disalurkan oleh larutan elektrolit sehingga menempel pada batang grafit (katoda). Dengan adanya elektron pada batang grafit anoda dan proton pada batang grafit katoda, maka akan terjadi aliran elektron pada sirkuit listrik dari anoda menuju katoda. Aliran elektron inilah yang menghasilkan listrik. Dengan adanya aliran listrik pada sirkuit listrik maka ini merupakan energi baru dan terbaharukan sebagai upaya menghadapi krisis energi 2025. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, dengan metode wawancara dan studi pustaka. Guna pengembangan pemanfaatan limbah molases sebagai subtract dalam MFC, perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait desain, komposisi limbah molases dalam MFC serta mikroba yang digunakan, untuk menghasilkan elektron yang lebih besar.

Kata Kunci : Limbah Molases, Microbial Fuel Cell (MFC), Energi Listrik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar