Senin, 30 Maret 2015

INOVASI RENEWABLE ENERGY :
BIOETANOL BREAD FRUIT (BBF)” SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN ENERGI NASIONAL
Oleh :
I Putu Agus Apriliana dan I Made Ary Sudiatmika
Universitas Pendidikan Ganesha

Abstrak
Permasalahan mengenai sumber energi nasional, sudah sangat mengkhawatirkan. Minyak bumi sebagai sumber energi nasional, kini semakin berkurang keberadaannya. Hal ini tentunya akan dapat mengakibabkan terjadi krisis energi di tahun mendatang. Selain itu, harga minyak bumi juga mengalami fluktuasi. Tentunya, hal ini akan menyebabkan terjadinya gangguan pada aktivitas ekonomi nasional. Untuk itu, pengembangan energi terbarukan merupakan langkah strategis dalam mengatasi permasalahan energi nasional tersebut. Salah satu sumber energi terbarukan adalah Bioetanol Bread Fruit (BBF). BBF merupakan energi terbarukan sebagai pengganti minyak bumi yang terbuat dari biomassa buah sukun tua. Bentuk buah sukun tua yang digunakan yaitu bulat telur/lonjong, kulit berduri/halus, dagingnya berserat halus, tekstur buah lunak, dan daging buahnya berwarna kuning. Buah sukun tua digunakan karena memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Selain itu, buah sukun tua juga sangat mudah dijumpai dan keberadaannya sangat melimpah di masyarakat. Pengolahan buah sukun tua menjadi BBF yaitu : mempersiapkan peralatan dan bahan, proses gelatinase, proses fermentasi, dan proses distilasi. Dengan adanya BBF ini, maka akan dapat menyuplai cadangan minyak bumi nasional, sehingga krisis energi akan dapat diatasi. Selain itu, cara pengolahannya yang mudah dan bahannya mudah didapat, tentunya harganya akan dapat dijangkau oleh masyarakat. Sehingga, dengan adanya BBF ini, maka akan dapat mewujudkan kemandirian energi nasional di masa depan. Pengembangan BBF ini, memiliki berbagai keunggulan, yaitu: tersedia secara alamiah, lestari, ramah lingkungan, mandiri energi, dan lebih murah. Sehingga, dengan berbagai keunggulan tersebut, pengembangan BBF ini merupakan langkah strategis dalam mengatasi permasalahan energi nasional. Jenis penulisan ini adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara dan studi pustaka. Penulis memberikan saran yaitu guna pengembangan energi terbarukan: BBF ini, perlu dilakukan penelitian langsung terkait proses pembuatannya, guna menghasilkan BBF dengan kemurnian yang tinggi.

Kata Kunci : Energi, BBF, Buah Sukun Tua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar